|
||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Soup Chat #16
Indonesian Version
Mini Hall, Griya Musik Irama Indah
Pukul 18.30 pintu akan dibuka, menu utama tanpa interupsi dimulai pukul 19.00 dilanjutkan diskusi ringan dengan para musisi pukul 20.00.
oleh Lianto Tjahjoputro, Gitar
oleh Kyoko Kato & Tomoko Nishizawa, Piano
oleh J.M.C. Aditya Indradjaja, PianoUntuk pertama kalinya Soup Chat bekerja sama dengan Sekolah Musik Irama Indah dan menyajikan senja hari yang merdu dengan menu utama musik klasik. Selalu dibuka dengan menu pembuka (kali ini Sup Tomat dan Sup Kentang Prei) lalu berturut-turut Lianto Tjahjoputro, Duet Kyoko Kato dan Tomoko Nishizawa, dan JMC.Aditya Indradjaja (yang lebih dikenal sebagai ibu Tulus) menyuguhkan 1 jam penuh musik klasik dari denting gitar dan piano. Dan tepat sebelum dimulai bincang-bincang antara para musisi, kita dikejutkan dengan suguhan menu tambahan 'Wave' pada piano yang dimainkan spontan oleh Willy H. Diskusi yang bergulir adalah mengenai upaya mengatasi demam panggung, tips para pemain musik klasik bila melakukan kesalahan waktu memainkan lagu (dari mulai dilanjutkan saja karena kemungkinan besar penonton di Bali tidak tahu letak kesalahannya di mana, sampai mengulang lagu sampai partitur dimainkan sempurna). Para musisi berbagi pengalaman bahwa kunci untuk menuju tingkat profesional
yang baik di bidang ini adalah melakukan Latihan. Lianto, Kyoko dan
Tomoko berlatih 7-8 jam sehari ketika mereka masih studi musik, begitu
pula dengan Ibu Tulus. Namun jumlah jam latihan kemudian menurun seiring
kesibukan sehari-hari baik mengajar maupun aktivitas lainnya. Kyoko
yang bermukim di Bali semenjak hampir 10 tahun yang lalu malah menemukan
kedamaian unik di Ubud dengan bercermin pada para pemain Gamelan Bali
di Banjar yang berlatih seminggu 1-2 kali. Sangat berbeda dengan disiplin
yang intens ketika ia belajar musik di Jepang. Kendala utama mengenai pertunjukan musik klasik rutin ini memang dipahami sebagai kurangnya perhatian masyarakat umum dan permasalahan biaya. Semoga semangat untuk bermain musik klasik dan menikmati musik klasik tidak akan luntur bahkan berkembang terus di Bali ini! Terima kasih untuk: Ibu & Pak Tulus - Irama Indah, Lianto Tjahjoputro,
Kyoko Kato, Tomoko Nishizawa English Version
Mini Hall, Griya Musik Irama Indah
18.30 WITA fellowship, main course without interruption at 19.00 WITA continued with light chat with the musicians at 20.00 WITA
by Lianto Tjahjoputro, Gitar
by Kyoko Kato & Tomoko Nishizawa, Piano
oleh J.M.C. Aditya Indradjaja, Piano Soupchat and Irama Indah Music School is working together for the first time, to present an evening of beautiful melodies, a classical music concert for the main course. As always, we started with an appetizer (this time is Tomato soup and Potato Prei soup) and then continued by the main course, Lianto Tjahjoputro, Kyoko Kato and Tomoko Nishizawa duet and JMC.Aditya Indradjaja (also known as ibu Tulus) presenting 1 hour of classical music of guitar and piano. Just before the Q and A session, we offered a surprise additional menu, "Wave" on piano, played by Willy H. The discussion was about how to cope with stage fright, tips for classical musicians on handling mistakes when playing songs (whether keep continuing, pretending that most of Balinese audience won't even realize there's a mistake, or even repeating the piece again until it can played perfectly). The musicians shared their experiences on how to reach a professional level, that is to practice. Lianto, Kyoko and Tomoko practicing 7-8 hours a day whenever they still studied the music, just the same as what Ibu Tulus did. But then, the practice hour reduced as they were getting busy with their daily routines as teacher or any other activities. Kyoko who live in Bali since 10 years ago, found her unique peaceful in Ubud by reflecting herself to the gamelan players in Banjar who rehearse 1-2 times weekly. This was a huge different compared to the intense dicipline of her musical education in Japan. The practice schedule usually increased whenever preparing a concert/recital. That is why the musicians feel it is very important to have routine concert. As it is healthy for the listener, it is also a good way upgrading the quality of the musicians. The main issue of doing more classical concerts is the lack of public interest and also the cost. Hopefully the spirit of classical music in Bali would never cease but grow more. Thanks to: Ibu & Pak Tulus , Irama Indah, Lianto Tjahjoputro, Kyoko
Kato, Tomoko Nishizawa |
| Home | About us | Monthly activity | Contacts | Downloads | Store | Site Map |