|
||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jump down to the English Version
Tentang KitaSaat pertama saya berkumpul bersama dengan Ridwan, Rona, Meta dan Mita di bulan Oktober 2006, kami sepakat untuk menciptakan kegiatan yang bisa menjadi angin segar untuk gambaran kehidupan sosial di Bali. Diskusi dan konsep acara bisa dikatakan tercipta dalam waktu yang singkat dan pada bulan November 2006 pelaksanaan Soup Chat pertama pun dilakukan dengan hati berdebar atas eksperimen sosial ini. Kami berangkat dari semangat berbagi dan keinginan untuk mengenal serta menghargai berbagai macam manusia dengan latar belakang cinta profesi/ hidup yang berbeda. Sungguh pada masa itu kami rindu dengan suasana komunitas. Suatu suasana di mana sekumpulan manusia saling mengenal dan peduli satu sama lain. Komunitas yang heterogen / bervariasi dan saling berinteraksi pada suatu lingkungan. Lingkungan macam apa yang harus kita ciptakan saat kehidupan sosial di Indonesia seakan terpuruk dengan sikap apatis, curiga satu sama lain, kompetisi tak sehat, ketakutan yang tak jelas? Tentunya harus ada suatu hal yang mengikat kekuatan komunitas yang terdiri dari aneka ragam manusia ini. Makananlah jawabannya. Semua orang perlu makan Berbagai hidangan utama bergulir dari mulai presentasi kisah jalan-jalan, karya arsitektur, pengamatan kota tua, musik hidup, sulap, logika ilusi, kefir, kehidupan koral Indonesia, feng shui, Tejakula, demo sushi, belajar origami, ilustrasi komik, soup market, demo menyambung adenium, nonton film bersama, dongeng untuk anak. Kami mengajak anda untuk menjadi penghidang Menu Utama. Ketika kita membuka diri dan saling berbagi saat itulah pintu menuju setapak hidup yang lebih baik terbuka... Salam, Ditulis oleh Fransiska Prihadi, buah diskusi dengan Ridwan Rudianto, Leo Sungkono, Elaine Kartono, Naomi Rahmaniah, Edo Wulia kembali ke atasEnglish Version About UsWhen I first get together with Ridwan, Rona, Meta & Mita in October 2006, we all agreed to generate an activity that will freshened up the big picture of social life in Bali. The concept was created in a relatively short time and in November 2006 we had our first Soup Chat gathering with our finger crossed wishing all the best for this social experiment. We start off from sharing spirit and desire to appreciate different people with various passions for their profession / life. By then we really missed a Community atmosphere; a mood where a group of people know and care for one another; a mixture of heterogenic diverse people that interacts in an environment. What kind of environment should we generate when social scenes in Indonesia are going down fall with ignorant and suspicious attitude, unhealthy competition, and vague fear? There should be certain energy to tie the force of this mix heterogenic community. Food is the answer. Everybody need to eat. There had been a lot of main courses for sure. There were traveling pictures presentations, architecture project, old city observation, live music, magic, illusion logic, Kefir, Indonesian coral life, feng shui, Tejakula, Sushi Demo, Origami, Comic Illustration, Soup Market, Adenium Fixing, Movie Screening, Children Story Telling. We encourage you to join us and serve the main course. Whenever we open up ourselves and share, that is the moment when the door to better life path unfold... Best Regards, Written by Fransiska Prihadi, a fruit of discussion with Ridwan Rudianto, Leo Sungkono, Elaine Kartono, Naomi Rahmaniah, Edo Wulia Scroll up to the Indonesian Versionback to the top page |
| Home | About us | Monthly activity | Contacts | Downloads | Store | Site Map |